ANALISA PEMBERLAKUAN TARIF GULA DI INDONESIA

Lily Koesuma Widiastuty, Bambang Haryadi




Abstract


The Indonesian government's decision to erase BULOG's sugar monopoly and apply a zero percent import tariff for sugar in January 1998 caused the local sugar industry to be threatened. The fact that imported sugar was cheaper than local sugar showed the inefficiency of the local sugar industry in Indonesia. This caused many sugar factories to nearly go bankrupt because they could not compete with the imported sugar. After much protest, the government retracted its decision to free the sugar market applied a 25% import tariff on sugar.
This research shows that sugar importers, owners of sugar factories and the government enjoy the benefits of the tariff but that consumers and farmers do not. This study evaluates demand and supply of sugar in Indonesia before and after the government applied the import tariff. Results of welfare analysis using consumer and producer surplus show that it is better for the government to erase the tariff to make the sugar industry more efficient and protect consumers from loss.


Abstract in Bahasa Indonesia :

Keputusan pemerintah Indonesia untuk mencabut monopoli BULOG dalam pengadaan gula dan menerapkan tarif impor gula sebesar nol persen pada bulan Januari 1998 mengakibatkan industri gula lokal terancam. Kenyataan bahwa saat itu gula impor lebih murah daripada harga gula lokal menunjukkan ketidakefisienan dari industri gula lokal di Indonesia. Hal ini menyebabkan banyak pabrik gula domestik terancam bangkrut karena tidak dapat bersaing dengan gula impor. Setelah terjadi protes, pemerintah Indonesia mencabut keputusan tersebut dan menggantikannya dengan tarif impor gula sebesar 25%.
Penelitian ini menunjukkan bahwa hanya importir gula, pemililk pabrik gula serta pemerintah yang menikmati keuntungan dari kebijakan tarif tersebut tetapi sebaliknya para konsumen dan para petani tebu tidak mengalami keuntungan. Studi ini menganalisa permintaan dan penawaran gula di Indonesia sebelum dan sesudah diterapkan tarif impor gula oleh pemerintah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa demi kesejahteraan negara secara keseluruhan, sebaiknya pemerintah mencabut kebijakan tarif tersebut supaya industri gula domestik menjadi lebih efisien dan para konsumen tidak mengalami kerugian.

Kata kunci: gula, tarif, surplus konsumen, surplus produsen, regresi.


Keywords


suger, tariff, consumer surplus, producer surplus, regression.

Full Text: PDF

The Journal is published by Faculty of Economics, Department of Management - Petra Christian University. It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of National Education - Republic of Indonesia.

©All right reserved 2016.Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, ISSN: 1411-1438, e-ISSN: 2338-8234

web stats
View My Stats




Copyright © Research Center Web-Dev Team